Dimensi Teoritik Manajemen Kepemiluan

Dimensi Teoritik Manajemen Kepemiluan

Oleh: Bimo Saputra (Kasubbag Parhubmas dan SDM)

Pemilu yang dimaksud di sini adalah semua Pemilu yang diselenggarakan oleh KPU, yaitu (1) Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, (2) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, (3) dan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pengungkapan dimensi teoritik manajemen berfungsi sebagai landasan memahami realitas praktik penyelenggaraan Pemilu. Dalam penulisan kisi-kisi manajemen Pemilu perlu dijelaskan secara sekilas pengertian manajemen Pemilu. Pengertian manajemen Pemilu perlu diawali dari orientasi umum pengertian manajemen.

Manajemen telah didefinisikan dalam berbagai ragam rumusan. Keragaman rumusan tergantung pada sudut pandang orang yang merumuskannya. Sudut pandang orang ditentukan oleh asumsi dasar tentang teori yang dianutnya sebagai paradigma dalam memandang konsep manajemen. Teori yang dijadikan paradigma dalam manajemen akan terkait dengan aliran-aliran manajemen yang terbentuk bersamaan dengan perkembangan teorinya. Pada dasarnya terdapat tiga aliran manajemen, yaitu (1) aliran klasik yang mencakup (a) teori aliran manajemen ilmiah, dan (b) teori organisasi klasik; (2) aliran hubungan manusiawi (neoklasik); dan (3) aliran manajemen modern yang mencakup : (a) teori perilaku organisasi, dan (b) teori aliran kuantitatif.

Pada umumnya para ahli mendefinisikan manajemen berdasarkan empat sudut pandang. Yang pertama memandang dari segi tujuan, yakni manajemen dipandang sebagai kegiatan untuk mengoordinasikan orang-orang guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Yang kedua, memandang manajemen dari segi kepemimpinannya, yakni manajemen dipandang sebagai kegiatan mengatur, memimpin, dan mengawasi jalannya suatu organisasi. Yang ketiga, memandang manajemen dari segi proses, yakni manajemen diapandang sebagai proses kegiatan yang terdiri atas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahakan, dan mengawasi untuk mencapai tujuan. Yang keempat, memandang manajemen sebagai bidang tugas, yakni manajemen dipandang sebagai tugas yang terdiri atas beberapa bidang kerja.

Semua sudut pandang itu mempunyai manfaat karena menyentuh aspek-aspek penting dari konsep manajemen. Berdasarkan sudut pandang itu, maka bisa dinyatakan bahwa konsep manajemen mengandung pengertian bahwa (a) manajemen beroperasi dalam organisasi, (b) manajemen hadir untuk mencapai tujuan organisasi, (c) manajemen merupakan proses kegiatan, (d) kegiatan manajemen dijalankan oleh orang-orang yang bekerja sama, (e) proses manajemen menyangkut jenis tugas. Berdasarkan unsur-unsur ini, maka definisi manajemen siap dirumuskan, ialah keseluruhan proses kegiatan yang melibatkan sumber daya manusia dan material melalui kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Dalam definisi ini terdapat unsur organisasi, tujuan, proses, tugas (bidang kerja), dan kerja sama.

Unsur Organisasi. Hampir telah menjadi pengetahuan umum bahwa organisasi didefinisikan secara sederhana, adalah kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Organisasi menunjuk kepada suatu institusi sosial - pabrik, sekolah, pemerintahan, partai politik, komisi, dan lain-lain – yang dibentuk berdasarkan tata aturan hubungan antar orang-orang dan antara sub sistem organisasi. Organisasi adalah wadah beroperasi aktivitas manajemen sehingga organisasi menjadi hidup karena ada aktivitas manajemen. Kata Ndraha, aktfitas manajemen membuat organisasi menjadi sebagai living organism seperti halnya manusia [*Taliziduhu Ndraha, Budaya Organisasi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), cetakan ketiga].

Unsur Tujuan. Tujuan dalam organisasi adalah penting, bahkan sangat penting karena organisasi didirikan untuk maksud mencapai tujuan. Keberhasilan organisasi diukur oleh keberhasilannya mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Efektif, menunjuk kepada ketepatan mencapai tujuan sesuai dengan standar mutu hasil yang ditetapkan. Sedangkan efisien, menunjuk ketepatan dan kesesuaian penggunaan faktor-faktor yang mendukung proses mencapai tujuan, seperti jumlah orang, biaya, material dan waktu. Manajemen hadir bersama metode dan teknik untuk membantu proses pencapaian tujuan.

Unsur Proses. Proses dalam manajemen dimaksudkan sebagai serangkaian kegiatan tali temali yang membuat sumber daya manusia, material, dan uang menjadi berjalan efektif mendukung pencapaian tujuan. Proses dalam manajemen meliputi antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan evaluasi.

Unsur Sumber Daya Manusia dan Material. Sumber daya manusia dan material merupakan tugas (bidang garapan kerja) sebagai objek proses kegiatan manajemen. Setiap organisasi memiliki corak bidang kerja yang berbeda-beda sesuai core business organisasi yang bersangkutan.

Unsur Kerjasama. Ciri utama organisasi adalah ada orang-orang yang bekerja sama mengelola sumber daya manusia dan material untuk mencapai tujuan. Orang-orang yang bekerja sama ini memerlukan bimbingan, penguatan, dan motivasi oleh pemimpin. Karena itu, unsur lain dari aspek manajemen adalah kepemimpinan.

Manajemen dibutuhkan oleh organisasi karena fungsinya untuk membantu mencapai tujuan suatu organisasi secara efektif dan efisien. Fungsi-fungsi manajemen [*para ahli menggunakan istilah yang berbeda untuk maksud fungsi manajemen. Ada yang menyebut proses manajemen dan ada pula yang menyebutnya operasi manajemen] yang dimaksud adalah perencanaa, pengorganisasian dan seterusnya. Fungsi-fungsi manajemen ini bersifat universal, berlaku pada organisasi apa saja, di mana saja di seluruh organisasi besar atau kecil, pada organisasi yang beroperasi pada bidang apa saja. Perbedaannya terletak pada wilayah beroperasinya.

Fungsi-fungsi manajemen berupa bidang garapan (tugas) organisasi seperti tugas organisasi sepak bola berbeda dengan jenis tugas organisasi kesenian. Pernyataan ini menjadi argument teoritik bahwa ilmu manajemen dapat digunakan bagii manajemen Pemilihan Umum. Manajemen Pemilu memungkinkan menjadi disiplin ilmu terapan tersendiri sebagaimana manajemen perusahaan, manajemen Pendidikan, dan lain-lain.

Bedasarkan teori diatas, manajemen Pemilihan Umum dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses kegiatan yang melibatkan sumber daya manusia dan material melalui kerja sama untuk mencapai tujuan Pemilihan Umum secara efektif dan efisien.

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 179 Kali.